BAB I
PENDAHULUAN
Dalam Bab sebelumnya,kita telah mempelajari tentang
muatan-muatan listrik yang dalam keadaan diam pada suatu benda yang disebut
dengan listyrik ststis.
Dan dalam Bab ini,kita akan mempelajari tentang muatan-muatan
listrik yaitu electron-elektron yang bergerak {disebut arus listrik}melalui
kawat konduktor yang disebut dengan listrik dinamis.
Pada pembelajaran ini,kita juga akan membahas tentang alat
ukur listrik,yaitu bagaimana memasang alat amperemeter dan voltmeter.
Kita juga akan membahas tentang hukum ohm yang diambil dari
nama George Simon Ohm yang menemukan hubungan antara kuat arus dan beda
potensial.
Mengenai hambatan listrik ,hubungan hambatan jenis dengan
kenaikan suhu,hubungan hambatan penghantar dengan suhu,rangkaian hambatan dan
juga hukum kirchoff akan kita bahas dalam pembelajaran ini.
Sebagai penutup dari pembahasan ini,kita akan mempelajari
mengenai energi dan daya listrik.
BAB II
LISTRIK DINAMIS
Listrik Dinamis
merupakan pergerakan muatan atau aliran muatan.
- Arus Listrik
Arus listrik merupakan arah gerak muatan-muatan bebas
positif. Jika dalam suatu penghantar,terus-menerus terjadi pemindahan netto
muatan,maka di dalam penghantar itu ada arus listrik.
Didalam penghantar terdapat muatan-muatan bebas yakni
electron-electron yang bergerak jika mendapat gaya dari medan listrik. Tiap-tiap
muatan bebas mendapat gaya dari muatan listrik karena geraknya mendapat
percepatan,namun percepatan yang didapat itu hanya berlangsung dalam waktu yang
singkat. Sebab muatan-muatan itu mengalami gesekan akibat tumbukan dengan
partikel yang diam.
Apa yang
menyebabkan arus listrik dapat mengalir?
Beda potensial
listrik adalah dorongan yang menyebabkan electron-electron mengalir dari suatu
tempat ke tempat lain.
Apakah jika ada beda
potensial arus listrik dapat mengalir?
Walaupun beda
potrensial tersedia,electron-electron hanya mengalir dalam suatu rangkaian jika
rangkaian itu tertutup.
Jika sejumlah muatan
Q menembus penampang dalam waktu t,maka kuat arus
I = Q/t.
- Pengukuran Arus Listrik dan Tegangan Listrik
Alat untuk mengukur kuat arus listrik dalam rangkaian disebut
amperemeter atau Ammeter. Alat yang mengukur tegangan listrik adalah voltmeter.
Amperemeter harus dihubungkan seri pada komponen yang akan diukur kuat arus
listriknya.
Cara memasang
Amperemeter :
Titik
yang potensialnya lebih tinggi dihubungkan ke terminal “+” dan titik
potensialnya yang lebih rendah dihubungkan ke terminal “-“.
Jika
dihubungkan terbalik,jarum penunjuk akan menyimpang dalam arah berlawanan yaitu
membentur sisi tanda nol {0},sehingga amperemeter dapat rusak.
Dan
yang paling penting diperhatikan,ketika memasang amperemeter seri dengan
komponen yang akan diukur kuat arusnya adalah rangkaiannya harus dipotong.
Untuk
memasang voltmeter secara paralel ,kita tidak perlu memotong rangkaian.
Kita hanya
memperhatikan mana ujung komponen yang potensialnya lebih besar.
Ujung potensial
yang lebih besar tersebut dihubungkan keterminal positif dan yang potensialnya
lebih kecil dihubungkan keterminal negative.
- Hukum Ohm
Bunyi hukum ohm “Kuat arus yang mengalir pada suatu kawat
penghantar sebanding dengan tegangan yang memindahkannya”.
Rumus hukum Ohm :
V= R* I
Dimana V=tegangan atau beda potensial(volt)
R=hambatan (ohm)
I=kuat
arus(ampere)
Dalam
persamaan ini kuat arus yang mengalir dalam suatu kawat penghantar(yang tidak
mengalami perubahan suhu)besarnya :
ü
Sebanding dengan tegangan yang menimbulkannya
ü
Berbanding terbalik dengan hambatan kawat penghantar
Contoh:
Pada sebuah
tahanan listrik sebesar 20 ohm terukur arus sebesar 2 A.Tentukan besar
tegangan.
Penyelesaiannya:
R=20Ω
I=2 A
Maka V=R*I
=20*2
=40 volt.
- Hambatan Listrik (R)
Dengan persamaan
R=Þ* l/A
Keterangan :
R= hambatan (ohm)
L=panjang
penghantar(m)
A=luas penampang(m2)
Þ= hambatan jenis
(ohm m)
|
Bahan
|
Hambatan(Þ)
|
(°C)-1
|
|
Konduktor
|
|
|
|
Perak
|
1,59*10-8
|
0,0061
|
|
Tembaga
|
1,68*10-8
|
0,0068
|
|
Emas
|
2,44*10-8
|
0,0034
|
|
Milenium
|
2,65*10-8
|
0,00429
|
|
Besi
|
9,71*10-8
|
0,00651
|
|
Air Raksa
|
98*10-8
|
0,0009
|
|
Semi Konduktor
|
|
|
|
Silicon
|
0.1-60
|
-0,07
|
|
Isolator
|
|
|
|
Kaca
|
109-1012
|
|
|
Karet padatan
|
1013-1015
|
|
Hubungan Þ dengan
kenaikan suhu
ÞT = Þ
o (1+α ∆T)
keterangan:
ÞT=hambatan
jenis pada suhu T
Þ○=Mula-mula
Α=koefesiensi suhu
(°C)
∆T=Perubahan
suhu(T2-T1)
Α merupakan
kenaikan Þ setiap kenaikan suhu 1°C
Hubungan hambatan
penghantar dengan suhu
RT=R0(1+α∆T)
Keterangan:
RT= hambatan
penghantar pada suhu T
R0= hambatan
penghantar mula-mula
α= koefisiensi
suhu °K(+273)
∆T= kenaikan suhu
- Rangkaian Hambatan
Susunan seri menyebabkan hambatan total ran gkaian menjadi
lebih besar,sedangkan susunan paralel menyebabkan hambatan total paralel
menjadi lebih kecil.
ü
Hambatan Seri
V=i*R
V1=
iR1+iR2+iR3
V=V1+V2+V3
iRS=iR1+iR2+iR3
iRs=i(R1+R2+R3)
Rs=R1+R2+R3
Rs=∑Ri
Karena HAmbatan R
menjadi lebih besar maka kuar arus menjadi lebih kecil.
ü
Hambatan Paralel
V=iR
atau i= ∑Ri
I=i1+i2+i3
V/Rp=V/R1+V/R2+V/R3
Jadi
1/Rp=1/R1+1/R2+1/R3
Hambatan pengganti
paralel lebih kecil dari pada hambatan resistor yang terkecil.
Jadi
untuk memperoleh hambatan pengganti paling kecil dari beberapa resistor maka
resistor itu harus disusun paralel.
- Hukum Kirchoff 1
Menurut Hukum Kirchoff 1,”jumlah arus yang masuk pada suatu
titik percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik percabangan
itu.
Dengan persamaan ;
∑i masuk=∑i keluar
- Hukum Kirchoff 2
Hukum Kirchoff 2
mengatakan bahwa :
Pada suatu
rangkaian tertutup jumlah aljabar ggl (E) sama dengan jmumlah aljabar penurunan
potensial listriknya.
Dengan persamaan :
∑ E =∑
(i.R)
H. Energi dan Daya Listrik
Suatu hambatan (R)
yang berbeda pada rangkaian listrik tertutup dapat memiliki energi daya
listrik.
- Energi Listrik
Besarnya energi
listrik yang hilang dan berubah menjadi energi bentuk lain ketika saat hambatan
(R) dialiri arus listrik (i) dapat dihitung memakai persamaan sebagai berikut:
W= V.i.t
Dimana W= besar
energi listrik
V=tegangan
I= kuat arus
T=waktu
- Daya Listrik
Daya listrik
adalah besarnya usaha yang dilakukan tiap satuan waktu atau disebut juga
kecepatan melakukan usaha.
Besarnya daya
listrik dapat kita ketahui dengan menggunakan persamaan;
P= W/t
Atau
P= V.i
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
a. Solusi mengukur arus listrik yang melebihi batas maksimum.
Kita dapat
memasang hambatan shunt apabila kita mengukur arus dan memiliki hambatan
melewati batas maksimum.
Ampere harus dipasang shunt sebesar:
=
. 
b. Mengukur beda potensial antara 2 titik
Pengukuran beda
potensial tidak perlu memutus rangkaian yang ada. Kita cukup menyentuhkan dua
terminal voltmeter dengan dua titik yang akan diukur beda potensialnya.
DAFTAR PUSAKA
[1] Abdullah Mikrajuddin. 2007. Fisika
SMA kelas X semester II. Jakarta: Esis.
[4] Abdullah Mikrajuddin. 2007. Fisika
SMA kelas X semester II. Jakarta: Esis.
[5] Abdullah Mikrajuddin. 2007. Fisika
SMA kelas X semester II. Jakarta: Esis.
[6] Abdullah Mikrajuddin. 2007. Fisika
SMA kelas X semester II. Jakarta: Esis.
[7] Abdullah Mikrajuddin. 2007. Fisika
SMA kelas X semester II. Jakarta: Esis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar