catatan sukris
Jumat, 29 Juni 2012
BAB I
PENDAHULUAN
A.Ruang Lingkup Pembahasan
Pada dasarnya kehidupan manusia selama ini tidak bias terlepas dari yang
namanya suhu dan kalor. Dalam kehidupan manusia yang selalu menjidak kalor
sebagai alat untuk menjaga kestabilan manusia dalm menjalankan kehidupanya di
muka bumio ini. Dialam modernisasi seperti ini aplikasi kalor dibidang
teknologi mungkin tidak sulit anda temukan bahkan juga mungkin terdapat dirumah
anda,yaitu lemari es, suatu mesin yang diantaranya mengubah suatu air menjadi
es.aplikasi perpindahan kalor dialamanda jumpai pada sirkuilasi udara di
pantai. Pada siang hari bertiup angin dari laut menuju darat, disebut angin
laut. Begitu pula sebaliknya pada malam hari bertiup angin dari darat menuju
laut..Bagaimana air biasa menjadi es?, mengapa air laut bertiup Siang hari dan
angin darat bertiup malam hari?.Hal-hal tersebut merupakan bagian-bagian
daripada suhu dan kalor.
Makalah ini dispesifikasikan pada satu tinjauan permasalahan yang dilihat
dari berbagai topik yang muncul dari suhu dan kalor itu sendiri, dimana pokok
pembahasannya meliputi :
a.pengertian suhu dan kalor
b.komponen yang ada dalam suhu dan kalor
B.Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan yang diharapkan oleh penulis dengan penulisan makalah ini
diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan siswa dalam bidang fisika pada
umumnya terutama materi tentang suhu dan kalor pada khususnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Suhu
Apa yang akan dirasakan oleh
jarimu jika dimasukkan ke dalam air es? Ya, air es akan terasa dingin. Dingin
boleh dikatakan sebagai salah satu ukuran dari suhu suatu benda. Benda yang
dingin mempunyai suhu yang lebih rendah dari benda yang panas. Dari pernyataan
ini suhu dapat difenisikan sebagai derajat/tingkatan panas suatu benda atau
kuantitas panas suatu benda. Seperti dalam materi sebelumnya, suhu merupakan
salah satu besaran pokok dengan satuan derajat Kelvin.
B. Alat Ukur Suhu
Untuk menentukan panas atau
tidaknya suatu benda, kita dapat menggunakan jari tangan kita, tetapi tangan
tidak dapat dipakai untuk menentukan tingkat panas suatu benda secara tetap.
Alat yang tepat untuk mengukur suhu benda adalah termometer.C. Macam – macam termometer
A. Berdasarnya zat termometriknya, termometer dapat dibedakan menjadi :
1) Termometer zat padat.
Termometer zat padat menggunakan prinsip perubahan hambatan logam konduktor terhadapap suhu sehingga sering juga disebut sebagai termometer hambatan. Biasanya termometer ini menggunakan kawat platina halus yang dililitkan pad mika dan dimasukkan dalam tabung perak tipis tahan panas.
Contoh: Termometer platina
2) Termometer zat cair.
Termometer zat cair dibuat
berdasarkan perubahan volume. Zat cair yang digunakan biasanya raksa atau
alkohol. Contoh termometer Fahrenheit, Celcius, Reamur.
Alasan pemilihan raksa atau
alkohol sebagai isi termometer adalah sebagai berikut:
- mudah dilihat karena raksa terlihat mengkilap sedangkan alkohol dapat diberi warna merah.
- daerah ukurannya sangat luas (raksa : – 390C s/d 3370C dan alkohol: -1140C – 780C)
- keduanya merupakan panghantar kalor yang baik
- keduanya mempunyai kalor jenis yang kecil.
Termomter gas menggunakan
prinsip pengaruh suhu terhadap tekanan. Bagan alat ini sama seperti nanometer.
Pipa U yang berisi raksa mula-mula permukaannya sama tinggi. Jika salah satu
ujungnya dihubungkan dengan ruangan yang bersisi gas bertekanan, maka akan
terjadi selisih tinggi.
Contoh: termometer gas pada volume gas tetap


B. Berdasarkan pembuatnya, antara lain:
1) termometer Celcius
2)termometer Fahrenheit
3) termometer Reamur
4)termometer Kelvin
C. Berdasarkan penggunaanya, antara lain:
1) Termometer Laboratorium
Termometer yang biasanya digunakan untuk eksperimen di lab.

b. Termometer suhu badan / klinis
Termometer khusus untuk mengukur
suhu badan manusia. Termometer ini biasanya digunakan dalam bidang medis dan
mempunyai batas skala 34-42 0C.
4. Skala TermometerA. Fahrenheit
Pada tahun 1714, seorang ilmuwan
Jerman yang bernama Daniel George Fahrenheit membuat termometer yang mula-mula
diisi alkohol dan kemudian diganti dengan raksa. Sebagai titik tetap pertama ia
menggunakan campuran es dan garam dapur yang diberi angka 00F (suhu
terendah yang ia ketahui) dan titik tetap kedua ia menggunakan tubuh manusia
dan diberi angka 960C.
Berdasarkan definisi modern,
skala termometer Fahrenheit adalah skala dengan temperatur air mendidih
ditetapkan sebagai 212 derajat dan temperatur es melebur sebagai 32 derajat.
Pada jaman dulu termometer ini
banyak digunakan di Eropa dan Amerika Serikat, tetapi pada saat ini
negara-negara di Eropa sudah banyak beralih ke termometer Celcius sedangkan
Amerika Serikat masih tetap menggunakannya.
B. Celcius
Sekitar 20 tahun setelah Fahrenheit
membuat termometer, seorang profesor dari Swedia yang bernama Ander Celsius
juga membuat termometer. Termometer ini menggunakan titik tetap bawah adalah
suhu es sedang mencair sebagai 00C dan titik tetap atas adalah suhu
air sedang mendidih sebagai 1000C masing-masing pada tekanan
standar. Skala antar kedua temperatur ini dibagi dalam 100 derajat.
Termometer ini banyak digunakan
oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.
C. KelvinPada dasarnya skala kelvin sama dengan skala celcius (seperseratus). Hanya saja skala kelvin dimulai dari suhu nol mutlak (0 K) yang besarnya sama dengan -273,150C. Sehingga untuk suhu es mencair sama dengan 273,15 K dan air mendidih sama dengan 373,15 K.
Perbandingan antar skala
termometer
2. Konversi Antar Skala Termometer
Untuk mengkorvensi suhu menurut termometer satu ke suhu menurut termometer yang lain, digunakan persamaan sebagai berikut :
Untuk skala Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin berlaku:Untuk mengkorvensi suhu menurut termometer satu ke suhu menurut termometer yang lain, digunakan persamaan sebagai berikut :
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Berdasarkan materi diatas
Suhu atau temperatur benda adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu
benda. Benda yang panas eememiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda yang
dinginkan memiliki suhu yang rendah.
Kalor adalah energi yang berpindah dari benda
yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah ketika kedua benda
bersentuhan.
Besar kalor yang diberikan pada sebuah benda yang digunakan untuk menaikkan
suhu tergantung pada :
Perpindahan kalor dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
- Konduksi
- Konveksi
- Radiasi
pemuaian adalah bertambahnya
ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran
suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada
zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas.
DAFTAR PUSTAKA
Bandura,A.
(1969).fisika alam.jakarta: erlangga.
De Potter, Bobbi
& Hernachi, Mike. (1992).physic of
unsure-unsur. Del Publishing. Developmen. Houghton Mufflin Company. Boston.
Development.J.B.Lippincoot
Company,Philadelphia,1973.
Jensen, A.R.
(1969). Physic.New York: Press. Portland Oregon.
Seifert,Kelvin
L.,and Hoffnung,Robert J.(1991). Chil and
physic.
makalah listrik dinamis
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam Bab sebelumnya,kita telah mempelajari tentang
muatan-muatan listrik yang dalam keadaan diam pada suatu benda yang disebut
dengan listyrik ststis.
Dan dalam Bab ini,kita akan mempelajari tentang muatan-muatan
listrik yaitu electron-elektron yang bergerak {disebut arus listrik}melalui
kawat konduktor yang disebut dengan listrik dinamis.
Pada pembelajaran ini,kita juga akan membahas tentang alat
ukur listrik,yaitu bagaimana memasang alat amperemeter dan voltmeter.
Kita juga akan membahas tentang hukum ohm yang diambil dari
nama George Simon Ohm yang menemukan hubungan antara kuat arus dan beda
potensial.
Mengenai hambatan listrik ,hubungan hambatan jenis dengan
kenaikan suhu,hubungan hambatan penghantar dengan suhu,rangkaian hambatan dan
juga hukum kirchoff akan kita bahas dalam pembelajaran ini.
Sebagai penutup dari pembahasan ini,kita akan mempelajari
mengenai energi dan daya listrik.
BAB II
LISTRIK DINAMIS
Listrik Dinamis
merupakan pergerakan muatan atau aliran muatan.
- Arus Listrik
Arus listrik merupakan arah gerak muatan-muatan bebas
positif. Jika dalam suatu penghantar,terus-menerus terjadi pemindahan netto
muatan,maka di dalam penghantar itu ada arus listrik.
Didalam penghantar terdapat muatan-muatan bebas yakni
electron-electron yang bergerak jika mendapat gaya dari medan listrik. Tiap-tiap
muatan bebas mendapat gaya dari muatan listrik karena geraknya mendapat
percepatan,namun percepatan yang didapat itu hanya berlangsung dalam waktu yang
singkat. Sebab muatan-muatan itu mengalami gesekan akibat tumbukan dengan
partikel yang diam.
Apa yang
menyebabkan arus listrik dapat mengalir?
Beda potensial
listrik adalah dorongan yang menyebabkan electron-electron mengalir dari suatu
tempat ke tempat lain.
Apakah jika ada beda
potensial arus listrik dapat mengalir?
Walaupun beda
potrensial tersedia,electron-electron hanya mengalir dalam suatu rangkaian jika
rangkaian itu tertutup.
Jika sejumlah muatan
Q menembus penampang dalam waktu t,maka kuat arus
I = Q/t.
- Pengukuran Arus Listrik dan Tegangan Listrik
Alat untuk mengukur kuat arus listrik dalam rangkaian disebut
amperemeter atau Ammeter. Alat yang mengukur tegangan listrik adalah voltmeter.
Amperemeter harus dihubungkan seri pada komponen yang akan diukur kuat arus
listriknya.
Cara memasang
Amperemeter :
Titik
yang potensialnya lebih tinggi dihubungkan ke terminal “+” dan titik
potensialnya yang lebih rendah dihubungkan ke terminal “-“.
Jika
dihubungkan terbalik,jarum penunjuk akan menyimpang dalam arah berlawanan yaitu
membentur sisi tanda nol {0},sehingga amperemeter dapat rusak.
Dan
yang paling penting diperhatikan,ketika memasang amperemeter seri dengan
komponen yang akan diukur kuat arusnya adalah rangkaiannya harus dipotong.
Untuk
memasang voltmeter secara paralel ,kita tidak perlu memotong rangkaian.
Kita hanya
memperhatikan mana ujung komponen yang potensialnya lebih besar.
Ujung potensial
yang lebih besar tersebut dihubungkan keterminal positif dan yang potensialnya
lebih kecil dihubungkan keterminal negative.
- Hukum Ohm
Bunyi hukum ohm “Kuat arus yang mengalir pada suatu kawat
penghantar sebanding dengan tegangan yang memindahkannya”.
Rumus hukum Ohm :
V= R* I
Dimana V=tegangan atau beda potensial(volt)
R=hambatan (ohm)
I=kuat
arus(ampere)
Dalam
persamaan ini kuat arus yang mengalir dalam suatu kawat penghantar(yang tidak
mengalami perubahan suhu)besarnya :
ü
Sebanding dengan tegangan yang menimbulkannya
ü
Berbanding terbalik dengan hambatan kawat penghantar
Contoh:
Pada sebuah
tahanan listrik sebesar 20 ohm terukur arus sebesar 2 A.Tentukan besar
tegangan.
Penyelesaiannya:
R=20Ω
I=2 A
Maka V=R*I
=20*2
=40 volt.
- Hambatan Listrik (R)
Dengan persamaan
R=Þ* l/A
Keterangan :
R= hambatan (ohm)
L=panjang
penghantar(m)
A=luas penampang(m2)
Þ= hambatan jenis
(ohm m)
|
Bahan
|
Hambatan(Þ)
|
(°C)-1
|
|
Konduktor
|
|
|
|
Perak
|
1,59*10-8
|
0,0061
|
|
Tembaga
|
1,68*10-8
|
0,0068
|
|
Emas
|
2,44*10-8
|
0,0034
|
|
Milenium
|
2,65*10-8
|
0,00429
|
|
Besi
|
9,71*10-8
|
0,00651
|
|
Air Raksa
|
98*10-8
|
0,0009
|
|
Semi Konduktor
|
|
|
|
Silicon
|
0.1-60
|
-0,07
|
|
Isolator
|
|
|
|
Kaca
|
109-1012
|
|
|
Karet padatan
|
1013-1015
|
|
Hubungan Þ dengan
kenaikan suhu
ÞT = Þ
o (1+α ∆T)
keterangan:
ÞT=hambatan
jenis pada suhu T
Þ○=Mula-mula
Α=koefesiensi suhu
(°C)
∆T=Perubahan
suhu(T2-T1)
Α merupakan
kenaikan Þ setiap kenaikan suhu 1°C
Hubungan hambatan
penghantar dengan suhu
RT=R0(1+α∆T)
Keterangan:
RT= hambatan
penghantar pada suhu T
R0= hambatan
penghantar mula-mula
α= koefisiensi
suhu °K(+273)
∆T= kenaikan suhu
- Rangkaian Hambatan
Susunan seri menyebabkan hambatan total ran gkaian menjadi
lebih besar,sedangkan susunan paralel menyebabkan hambatan total paralel
menjadi lebih kecil.
ü
Hambatan Seri
V=i*R
V1=
iR1+iR2+iR3
V=V1+V2+V3
iRS=iR1+iR2+iR3
iRs=i(R1+R2+R3)
Rs=R1+R2+R3
Rs=∑Ri
Karena HAmbatan R
menjadi lebih besar maka kuar arus menjadi lebih kecil.
ü
Hambatan Paralel
V=iR
atau i= ∑Ri
I=i1+i2+i3
V/Rp=V/R1+V/R2+V/R3
Jadi
1/Rp=1/R1+1/R2+1/R3
Hambatan pengganti
paralel lebih kecil dari pada hambatan resistor yang terkecil.
Jadi
untuk memperoleh hambatan pengganti paling kecil dari beberapa resistor maka
resistor itu harus disusun paralel.
- Hukum Kirchoff 1
Menurut Hukum Kirchoff 1,”jumlah arus yang masuk pada suatu
titik percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik percabangan
itu.
Dengan persamaan ;
∑i masuk=∑i keluar
- Hukum Kirchoff 2
Hukum Kirchoff 2
mengatakan bahwa :
Pada suatu
rangkaian tertutup jumlah aljabar ggl (E) sama dengan jmumlah aljabar penurunan
potensial listriknya.
Dengan persamaan :
∑ E =∑
(i.R)
H. Energi dan Daya Listrik
Suatu hambatan (R)
yang berbeda pada rangkaian listrik tertutup dapat memiliki energi daya
listrik.
- Energi Listrik
Besarnya energi
listrik yang hilang dan berubah menjadi energi bentuk lain ketika saat hambatan
(R) dialiri arus listrik (i) dapat dihitung memakai persamaan sebagai berikut:
W= V.i.t
Dimana W= besar
energi listrik
V=tegangan
I= kuat arus
T=waktu
- Daya Listrik
Daya listrik
adalah besarnya usaha yang dilakukan tiap satuan waktu atau disebut juga
kecepatan melakukan usaha.
Besarnya daya
listrik dapat kita ketahui dengan menggunakan persamaan;
P= W/t
Atau
P= V.i
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
a. Solusi mengukur arus listrik yang melebihi batas maksimum.
Kita dapat
memasang hambatan shunt apabila kita mengukur arus dan memiliki hambatan
melewati batas maksimum.
Ampere harus dipasang shunt sebesar:
=
. 
b. Mengukur beda potensial antara 2 titik
Pengukuran beda
potensial tidak perlu memutus rangkaian yang ada. Kita cukup menyentuhkan dua
terminal voltmeter dengan dua titik yang akan diukur beda potensialnya.
DAFTAR PUSAKA
[1] Abdullah Mikrajuddin. 2007. Fisika
SMA kelas X semester II. Jakarta: Esis.
[4] Abdullah Mikrajuddin. 2007. Fisika
SMA kelas X semester II. Jakarta: Esis.
[5] Abdullah Mikrajuddin. 2007. Fisika
SMA kelas X semester II. Jakarta: Esis.
[6] Abdullah Mikrajuddin. 2007. Fisika
SMA kelas X semester II. Jakarta: Esis.
[7] Abdullah Mikrajuddin. 2007. Fisika
SMA kelas X semester II. Jakarta: Esis.
Langganan:
Postingan (Atom)







